aku berjalan disetapak paduka
jalan yang telah tuan tempuh begitu lama
namun tuan telah berganti nama dan hakikat,
tuan begitu indah untuk dikenang
zaman telah begitu senja,
namun tuan tetap terbit dalam pikiran
mengisi ruang-ruang semangat yang begitu dalam
tuan telah bangunkan,
sajak-sajak yang dulu padam
aku hanya menyampaikan pada dunia fana
bahwa tuan tidak mati ataupun telah tiada
tuan tetap ku kenang dan semua bangsa
berbahagialah tuan,
bait-bait syair yg telah tuan dendangkan sekarang menjadi lagu kebangsaan,
terima kasih tuan,
meski tuan tak lagi bisa menyanyikan dan membacakan semua puisi-puisi kehidupan
aku akan coba lanjutkan
tuan telah begitu mahir dalam menyusun ragam menjadi kekuatan
tuan adalah panutan
meski tak lagi tentang bung karno dan bung hatta
tuan akan tetap dalam ingatan
takkan menyerah dan akan terus berjalan
pantang mundur dan tak gentir senapan
tuan telah memuliakan,
terima kasih tuan,
selamat jalan,
puisi untuk tuan Chairil Anwar
(mexinroomben,16 oktober 2012)
padang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar